Sekot Lantik Saniri Negeri Laha

AMBON-HUMAS, Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, A.G Latuheru, SH,M.Si, Selasa (12/4) melantik 15 anggota Saniri lengkap Negeri Laha, dalam sebuah upacara  yang berlangsung di Baileo Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon.

Pelantikan Saniri di bawah sorotan tema “Dengan Pelantikan Saniri Negeri Laha Sebagai Momentum Pembaharuan Menunju Pemerintahan Adat Negeri Yang Bersih, Sinergik Dan Berwibawa” ini, turut dihadiri oleh Pejabat Raja Negeri Laha, Wakapolres Pulau Ambon & PP Lease,  Kompol H. Huwae, Raja Negeri Amahusu Bonifaxius Silooy yang merupakan gandong Negeri Laha, Mantan Kepala Kadis Tata Kota, M.A.S Latuconsina,ST,MT, Direktur Ambon Ekspres (Ameks), Machfud Waliulu, Unsur Muspika kecamatan Teluk Ambon, serta seluruh masyarakat Laha.

Sekot dalam sambutannya mengatakan, proses pelantikan Saniri lengkap sudah dinantikan sejak lama oleh masyarakat Negeri Laha, dan hal ini tidak terjadi secara kebetulan, namun sudah di rancang jauh sebelumnya. Sehingga, proses ini harus disyukuri sebagai kuasa Tuhan bagi masyarakat Negeri Laha.

Dirinya menjelaskan, mereka yang dilantik sebagai Saniri merupakan orang-orang pilihan yang dinilai mampu melaksanakan tanggungjawab bersama dengan pemerintah setempat untuk memajukan negerinya, dengan mengacu pada Peraturan daerah (Perda) Kota Ambon Nomor 3 Tahun 2008.

“Kita paham bersama, Pemerintah telah mengeluarkan Perda tentang negeri di kota Ambon, yang selalu menjadi acuan, baik itu bagi Saniri, Raja, dan masyarakat untuk mengembangkan negeri masing-masing,” kata Sekot.

Menurutnya, melalui pelantikan Saniri lengkap maka seluruh proses pencalonan dan pemilihan Raja Negeri Laha dapat terlaksana dalam waktu yang tidak terlalu lama. Karena apabila pemerintahan di negeri masih bersifat sementara maka aktifitas pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik.

“Bahkan saya berharap kalau saniri lengkap sudah terbentuk maka tugas utama mereka adalah untuk mendapatkan calon Raja. Jika berjalan demokratis, maka yang akan dipercayakan sebagai Raja adalah mereka yang masuk dalam mata rumah (Soa) tertentu, sebagaimana ditentukan di Negeri ini secara turun temurun,” jelasnya.

Sekot menegaskan, berbicara soal negeri adalah persatuan hukum adat. Olehnya itu segala sesutau yang dimunculkan haruslah berdasarkan pertimbangan adat. Jika nantinya dalam proses pemilihan raja hanya ada calon tunggal, maka saniri lengkap dapat menetapkan  dan kemudian dilantik oleh walikota.

Ditandaskan Sekot, tugas dan tanggungjawab saniri kedepan sangat berat. Bersama raja yang terpilih, Saniri harus membuat dan menetapkan Peraturan Negeri (Perneg), yang wajib ditaati bukan saja oleh anak adat, tetapi semua yang bermukim di dalam Negeri.

“Perneg yang dibuat sudah tentu mengacu pada adat istidat setempat, namun kita juga harus menjunjung asas hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan demikian, jika ada sesuatu yang terjadi diluar kendali Saniri dan Raja, dapat kita kembalikan ke asas hukum yang berlaku,” tandasnya.

Sekot berharap, dengan adanya saniri lengkap, maka pengembangan negeri Laha jauh lebih baik dan jika dalam waktu dekat, sudah ada Raja defenitif yang ditetapkan, maka ia adalah seorang tokoh yang dapat membangun negeri sehingga tidak ketinggalan dengan negeri lainnya.

2 thoughts on “Sekot Lantik Saniri Negeri Laha

  1. Ini sungguh bagus skali, jangan seperti kami pu negeri Ub Ohoifak di tana kei sana, sampai skarang kami blum tahu siapa Raja yang sepatutmya, mohon info tentang sejarah di Ub Ohoifak di Tana Kei

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s