Kematian adalah peringatan

Kematian adalah haq dan pasti terjadi serta akan dialami oleh segala yang bernyawa. Sebagaimana firman Allah :

كُلُّ نَفسٍ ذائِقة الـْمَوت

Tiap-tiap yang bernyawa pasti mati” (QS.Al-Anbiya:35)

Namun kematian bukanlah suatu keburukan atau bencana maupun aib bagi yang meninggal dunia dan yang ditinggalkan, karena hakekat kematian adalah semata-mata perpindahan dari suatu tempat atau alam ke alam lainnya. Sebagaimana imam At-Thabari dalam kitabnya Al-Kabair dan Imam Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak meriwayatkan dari Umar bin Abdil Aziz :

إِنـَّمَا خُلِقتـُمْ لِلأَبَدِ الـْبَقـَاءِ وَلـَكِنـَّكُمْ تـَنقلـُوْنَ مِنْ دَارٍ إلـَى دَارٍ

Sesungguhnya kalian diciptakan untuk kekal dan abadi akan tetapi kalian akan berpindah dari suatu tempat/alam ke alam lainnya

Akan berpindah dari alam rahmiyah kea lam dunyawiyah, dari alam dunyawiyah akan dipindahkan ke alam qabriyah/barzakhiyah dan dari alam barzakhiyah akan dipindahkan ke alam mahsyariyah. Simaklah kejadian manusia, ketiak sel sperma bertemu dengan sel telur maka terjadilah pembuahan, kemudian Allah swt meniupkan ruh ke dalam sesuatu yang dinamakan Janin maka hiduplah janin itu di dalam kandungan ibunya dengan memiliki hak untuk hidup yang harus selalu dihormati dan dijaga, hak untuk mendapatkan nafkah, hak untuk mendapatkan pendidikan dan hak untuk mendapatkan warisan. Kemudian kehidupan janin dipindahkan ke tempat/alam dunia sebagai khalifah di atas muka bumi yang memikul amanah dan tanggung jawab untuk memakmurkan dunia serta mebekali diri sebagai bekal baginya di kemudian hari, Allah swt berfirman :

وَتـَزَوَّدُوْا فـَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التـَقـْوَى

berbekallah kalian, karena sebaik-baik bekal adalah takwa

Pada saat berpindah dari alam dunia ke alam kubur, maka orang yang berbekali diri dengan takwalah yang akan mendapatkan anugrah dan karunia Allah swt pada kehidupan di alam-alam berikutnya. Sebagimana sabda nabi SAW :

تـُحْفَةُ الـْمُؤْمِنِ المَوت

Hadiah bagi orang mukmin adalah kematian” (HR.Al-Hakim)

Dan dalam hadis yang lain, Rasulullah bersabda :

اَلـْمَوْتُ رَيْحَانَة الـْمُؤْمِن

Kematian adalah anugrah dan karunia bagi orang mu’min” (HR.Al-Hakim)

Hadis-hadis dia atas dengan jelas membantah anggapan yang mengatakan bahwa kematian adalah bencana, azab dari Allah maupun aib bagi yang meninggal dunia maupun yang ditinggalkan.

Banyaknya peristiwa kematian yang terjadi di berbagai daerah, banyaknya iring-iringan mayat yang digiring di samping dan di sekeliling kita bahkan yang kita antar hingga ke perkuburan adalah sebagai teguran dan ujian bagi hamba-hambaNya : sebagaimana dalam firman-Nya :

الـَّذِىْ خَلـَقَ الـْمَوْتَ وَالـْحَيَاةَ لِيَبْلـُوَكـُمْ أَيُّكـُمْ أحْسَنُ عَمَلاً

Dialah Allah yang telah menciptakan mati dan hidup untuk menguji siapakah diantara kalian yang paling baik amal perbuatannya” (QS.Al-Mulk : 2)

Namun banyaknya peristiwa kematian itu belumlah membuat kita sadar dan kapok, bahkan kita jadikan peristiwa-peristiwa itu sebagai bahan gunjingan dan sarana untuk saling memfitnah diantara satu dan yang lain. Lupakah kita dengan firman Allah :

وَلاَ يَغْتـَب بَعْضُكـُمْ بَعْضًا

Dan janganlah kalian saling menggunjing

Janganlah saling mencurigai yang akan membawa kepada pergunjingan yang melahirkan fitnah dan berdampak permusuhan dan kehancuran, baik diantara sesama yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Di dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda :

لاَ تـَذْكـُرُوْا هَلَكـَاكـُمْ إِلاَّ بـِخَيْرٍ

Janganlah kalian menceritakan kejelekan atau keburukan orang yang telah mati melainkan ceritakanlah kebaikan mereka” (HR.Ibnu Majah)

Munculnya pergunjingan dan fitnah-fitnah ini dilatarbelakangi oleh perasaan takut akan kematian yang selalu datang menghantui diri. Rakus akan dunia sehingga takut kehilangan yang telah dimiliki kemudian mencari alasan untuk mengalihkan segala perasaan takut namun hasil yang diperoleh justru timbulnya kebencian dan mengkambinghitamkan kematian. Rasulullah bersabda :

اِثـْنـَانِ يَكـْرَهُهُمَا إبْنُ آدَم٬ يَكـْرَهُ الـْمَوْتَ وَالـْمَوْتُ خَيْرٌ لَهُ مِنَ الـْفِتـْنَة وَيَكـْرَهُ قِلـَّةَ الـْمَالِ وَقِلـَّةُ الـْمَالِ اَقَلُّ لِلـْحِسَابِ

Dua hal yang sangat dibenci oleh manusia, membenci kematian padahal kematian lebih baik baginya dari pada fitnah, membenci kemiskinan padahal kemiskinan itu akan mempercepat perhitungan amal perbuatannya di yaumil hisab” (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hiban, Tirmizi).

Semua manusia pasti ingat akan mati dan tidak menjadikan kematian sebagai peringatan untuk berbekal diri. Saqiq Ibrahim berkata: ada empat hal dimana semua manusia sama-sama mengakuinya, namun pengakuan mereka bertentangan dengan perbuatan. Pertama: mereka berkata bahwa hanya Allah-lah yang mereka sembah namun kenyataannya mereka sering mempersekutukan-Nya. Kedua: mereka berkata bahwa Allah maha pemberi rezki namun mereka selalu meragukannya. Ketiga: mereka berkata bahwa kehidupan akherat lebih baik dari kehidupan dunia namun mereka lebih mencintai kehidupan dunia. Keempat: mereka berkata bahwa kematian adalah haq namun mereka tidak pernah mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Belum cukupkah hadis-hadis Rasulullah SAW yang dapat menyadarkan kita untuk lebih mengingat mati dan mempersiapkan diri dalam menghadapinya. Ataukah belum tersentuh hati kita dengan sindiran-sindiran halus, misalnya:

اَلـْمَوْتُ غَنِيْمَة٬ وَالـْمَعْصِيَة مُصِيْبَة وَالـْفـَقـْرُ رَاحَة وَالـغـَنِيُ عُقـُوْبَة وَالـْعَقـْلُ هِدَايَة وَالـْجَهْلُ ضَلاَلـَة وَالطَّاعَة قُرَّة عَيْن وَالـْبُكـَاءُ مِنْ خـَشْيَةِ الله النـَّجَاة مِنَ النـَّار وَالضَّحْكُ هَلاَكُ الـْبَدَنِ وَالتـَّائِبُ مِنَ الذَّنـْبِ كَمَنْ لاَ ذَنـْبَ لـَهُ

“Kematian adalah karunia, maksiat adalah bencana, fakir adalah ketenangan, kaya adalah siksaan, akal adalah petunjuk, bodoh adalah kesesatan, taat adalah penyejuk hati, menangis karena takut kepada Allah adalah selamat dari api neraka, tertawa (terbahak-bahak) adalah perusak badan dan bertobat dari dosa bagaikan orang tanpa dosa” (HR.Ibnu Majah).

Banyaknya peristiwa-peristiwa kematian yang terjadi adalah sebagai peringatan untuk selalu mengingat mati dan dengan banyak mengingat mati akan membuat kita semakin mempersiapkan diri menghadapinya, sebagaimana sabda Nabi saw:

أَكـْثِرُوا ذِكـْرَ هَاذِم اللَّذَّات

“Perbanyaklah mengingat pemutusan kelezatan (kematian).

Dalam sebuah riwayat dikisahkan, pada suatu saat Abdullah bin Umar sedang duduk bersama Rasulullah, tiba-tiba datang seorang laki-laki dari golongan anshar dan bertanya kepada Rasul, mu’min manakah yang paling cerdas dan paling baik akhlaknya,? Rasulullah SAW menjawab :

أَكـْثـَرُهُم لِلـْمَوتِ ذِكغْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ إسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ هُمُ الأَكـْيَاس

Yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk menghadapi kematian, mereka itulah orang yang cerdas lagi berakhlak yang baik” (HR.Muslim)

Menurut Abu Hamid Alafaf, dengan banyak mengingat mati maka akan memperoleh tiga jenis kemuliaan, pertama: mendapat hidayah untuk bertobat, kedua: puas dengan apa yang dimiliki, ketiga: tenang dalam berbuat dan beribadah. Sebaliknya jika tidak mengingat mati maka tidak ada kesempatan untuk bertaubat, selalu rakus akan dunia dan tiada ketenangan dalam berbuat dan beramal, padahal rasulullah bersabda:

اَلدُّنـْيَا جِيْفَة وَطَالِبُهَا كِلاَبٌ

“dunia bagaikan daging yang busuk dan yang menuntutnya hanyalah anjing”

Dalam hadis yang lain Rasulullah SAW menasehati Aba Zar dalam sabdanya:

يَا أبَا ذر الدُّنْيَا سِجْنُ الـْمُؤْمِن وَالقَبْرُ أَمْنُهُ وَالجَنَّة مَصِيْرُه يَا أبَا ذَرٍ اَلدُّنْيَا جَنَّة الكـَافِر وَالقَبْرُ عَذَابُه وَالنَّارُ مَصِيْرُه

Wahai Aba Zar, dunia adalah penjaranya orang mu’min, kubur adalah ketenangan dan kelapangan baginya, surge adalah tempat kembalinya, Ya Aba Zar, dunia adalah surganya orang kafir, kubur adalah tempat mereka disiksa dan neraka adalah tempat kembali mereka” (HR.Bukhari, Muslim).

Semoga dengan banyaknya peristiwa kematian, akan semakin membuat kita lebih mempersiapkan diri dalam menghadapinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s