Awal Tuk Mengakhiri

Sebelum zaman kolonialis, Mesjid Sultan Khairun Jamil Laha adalah tempat di mana masyarakat mencurahkan unek-unek, berlindung dan bermunajat kepada Sang Pencipta. Tradisi ini terus berlanjut dan semakin kukuh dalam keimanan setiap  individu di saat kolonialisme membabi-buta. hingga saat ini tradisi itu telah menjadi suatu adat yang sakral dan  keramat bagi masyarakat Negeri Laha.

Hari ini (10/11/07) dengan semangat memperingati hari pahlawan, berbondong-bondong masyarakat negeri Laha berkumpul di Mesjid Sultan Hairun Jamil Laha, mengadakan suatu Adat yang sakral dimana diadakan jika dalam keadaan darurat guna menyatukan niat, satukan tujuan dan kembali mengoreksi diri sebagai langkah awal dalam menuntaskan segala masalah yang terjadi di negeri Laha.

Suara Takbir, Tahmid, Tasbih, Tahlil dan doa bergemuruh getarkan keangkuhan dan ego di dalam diri setiap orang, tunduk bermunajat kepada Allah swt akan bantuan dan pertolongan agar senantiasa diberikan jalan keluar dalam menyelesaikan segala masalah yang sedang di derita negeri Laha.

Dengan dukungan dari penghulu dan pengurus mesjid beserta staf pemerintah negeri Laha, telah menghidupkan suasana tentram dalam mensikapi apa yang patut disikapi. Semoga apa yang menjadi tujuan dan cita-cita masyarakat negeri Laha senantiasa dilindungi dan dibimbing oleh Ilahi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s