Tindak lanjut

Persoalan tanah antara masyarakat negeri Laha dan pihak TNI AU telah muncul sejak kira-kira tahun 80-an dan mulai memanas sejak 2005. Masalah itu telah disampaikan ke DPR, gubernur Maluku, DPRD Maluku, DPRD Kota Ambon, Badan Pertanahan Kota Ambon dan provinzi, juga instansi terkait lain. Tapi, hingga kini belum ada penyelesaian. 

Raja Negeri Laha Habib Al Fahri bin Tahir menilai, pembangunan pagar tersebut ilegal. Tanahnya dianggap milik hak ulayat adat. “Tidak ada izin dari pemerintah Desa Laha untuk membangun pagar itu,” tegasnya. Menurut Habib, pekan lalu, pihaknya bersama Lanud Pattimura dan pihak terkait lainnya bertemu Asisten II Setda Maluku Rahman Soumena, tapi menemui jalan buntu.

Lanud berpegang pada keputuasan 1950. Intinya, tanah telah diserahkan kepada Departemen Pertahanan dan Keamanan cq TNI-AU. Karena itu, lanud akan menempuh jalur hukum. Dia menyerahkan kasus itu ke kepolisian.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu menyarankan agar warga menempuh jalur hukum untuk menuntaskan kasus tanah tersebut. Dalam rapat DPRD Sabtu lalu, kasus itu juga ditanyakan dua anggota DPRD, Lutfi Sanaky dan Benhur Watubun. Mereka meminta agar pemerintah serius memperhatikan masalah itu.

Karel menyatakan, sengketa tanah antara warga Laha dengan TNI-AU tersebut sangat sensitif, sehingga harus disikapi dengan bijaksana. Dia mengungkapkan, dari sisi historis, Laha merupakan negeri adat. Negeri itu telah ada sebelum TNI-AU hadir. “Saya minta agar warga Laha maupun TNI-AU menahan diri. Ini menyangkut legalitas,” tegasnya. Permintaan tersebut telah disampaikan kepada Danlanud dan Raja Laha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s