KEUNIKAN ADAT PELANTIKAN RAJA DI LAHA

KEUNIKAN ADAT PELANTIKAN RAJA DI LAHA

Ada beberapa keunikan yang akan dijumpai pada saat upacara pelantikan raja di negeri Laha yang mana tidak dijumpai pada adat negeri lain di Maluku, karena untuk menjadi seorang raja di Laha bukanlah semudah membalikkan telapak tangan atau mengerdipkan mata saja, melainkan melalui beberapa fase yang sangat rumit.

Untuk menjadi seorang raja di Negeri Laha harulah melalui musyawarah adat dan meminta izin/restu dari Upu Latu (orang yang dituakan dalam negeri Laha dari rumah Tau tertua dalam hal ini Soa Hehuat keturunan Pati Rahmanu). Setelah endapat restu, diadakanlah pengukuhan sebagai bakal calon raja.

Sebelum pelantikan, diadakan suatu malam hening (berkhalawat) untuk mendapatkan tanda atas kebolehan dan ketidakbolehannya ataupun kepantasan dan ketidakpantasannya menjadi seorang raja. Jika ia mendapatkan tanda atau isyarat tentang kebolehannya maka ia pantas menjadi raja dan sebaliknya. Kemdian diantiklah ia menjadi seorang raja melalui suatu upacara adat ang dinamakan ”PASALEI MATA” (pencucian mata) yang dilakukan oleh seorang ibu yang dituakan dari Upu Latu dengan menggunakan air yang berasal ari mata air Soa Hehuat (Weir matang) dengan daun kadihu dari gunung Sakula sebagai janji dan sumpah seorang raja.

Tujuan upacara adat ini adalah agar seorang raja dalam menjalankan dan melaksanakan tugas-tugasnya senantiasa melihat dan memperhatikan seluruh rakyatnya, jika ia tidak melaksanakan janji dan sumpahnya maka resiko yang akan ditimpanya adalah Buta dan Mati.Setelah pelantikan, seorang raja meaksanakan 2 (dua) rakat shalat sunnah di depan mimbar mesjid dan disaksikan oleh para penghulu.

Beberapa adat di atas inilah yang tidak dijumpai pada adat negeri lain yang ada di Maluku dan itulah yang dilihat sebagai suatu keunikan tersendiri.

5 thoughts on “KEUNIKAN ADAT PELANTIKAN RAJA DI LAHA

  1. Emang nda ada pengangkatan raja secara turun temurun di dalam negeri Laha, sebab yang saya tahu hampir semua negeri adat di maluku pengangkatan raja berdasarkan turun temurun. trus yang menjadi raja dari turunan keluarga MEWAR yang uda dari dulu mejadi raja itu apa, apakah merupakan suatu kesalahan ?

  2. Pengangkatan Raja di negeri Laha adalah secara turun temurun….yang hingga saat ini telah terdapat 23 raja dalam kepemimpinan (terlepas dari pejabat sementara) yang di mulai dari Soa Hehuat, kemudian dari soa Mewar yang telah diangkat menjadi saudara, baik secara pengakuan maupun secara kenyataan yaitu dengan perkawinan campuran.

    Dalam sejarah raja2 laha, akan kita jumpai beberapa marga yang pernah menjadi raja selain Hehuat, yaitu didominasi oleh Mewar, kemudian ada beberapa Fam yang lain, Habib Ali Bin Tahir, Husein Henaulu, Ahmad Portolo. Fam-fam ini juga mempunyai hubungan erat melalui perkawinan, sehingga jika ditarik garis keturunun ke atas, kiri dan kanan, adalah keturunan raja.

    Negeri Laha adalah negeri yang telah banyak berbaur dengan Islam, sehingga dalam kepemimpinan pun banyak terpengaruhi, namun inti dari semuanya adalah, mencari yang lebih baik dan pantas di antara yang tidak. Mengapa didominasi oleh Mewar? karena pada saat itulah mereka yang lebih pantas dibanding yang lain. Tanpa menghilangkankan garis keturunan. meskipun fam dan marganya aneh, tapi jika ditarik ke atas garis keturunannya akan dijumpai bahwa kakek dan nenek dari ibu atau bapak adalah keturunan dan anak dari raja-raja laha dahulu. dan mereka itulah yang dapat menjadi raja.

  3. sapa tong yang bilang nda ada pengangkatan raja secara turun temurun di laha, orang laha ko ka?kalo bukan berarti nda tau ko, atau nda bisa ko bedakan mana raja n pejabat raja or pjs

  4. apa yg di bilang bang epot itu bener bngt..bahkan bentar lg bang epot lg persiapan pindah marga menjadi hehuat…betul kan bang epot…?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s