Habib Al-Fachri Bin Tahir

Habib AlFachri Bin Tahir

Habib Al-Fachri Bin Tahir

Bagi Masyarakat Negeri Laha, pasti tak akan bertanya banyak akan siapa Said AlFachri bin Tahir atau dikenal dengan nama Habib Alfachri Bin Tahir anak dari Fadil bin Tahir dan Hartini rais, yang lahir pada tahun 1970 di Negeri Laha. Sosok yang keras dan bersahabat ini sedang merampungkan skripsinya di STIA Ambon.

Mungkin inilah figur yang sangat dibutuhkan saat ini dalam memajukan negeri Laha dan memperhatikan kehidupan masyarakat tanpa harus ada golongan dan perbedaan yang menyebabkan perpecahan. Karena banyak belajar dari pengalaman dan sejarah bahkan sangat terinspirasi oleh perkataan John F. Kennedy; “Di masa lampau mereka yang dengan bodoh ingin mencari kekuasaan dengan menunggangi punggung harimau, akan berakhir dalam perut harimau itu”. Tampil bukan untuk menunggangi punggung harimau dan semu, melainkan ingin menjadi harimau yang akan memangsa harimau jadi-jadian agar dapat memajukan masyarakat negeri Laha yang terlalu lama terbuai oleh keprimitifan modern, terlalu pintar untuk dibodohi dan superioritas keakuan individu yang berlebihan.

Meski banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi saat menjabat sebagai Pj. Negeri Laha, baik yang datang dari masyarakat negeri Laha sendiri maupun pihak luar, namun apa yang telah menjadi tujuan dasar sebagai tugas suci tak terabaikan yaitu melindungi rakyat negeri ini dan hak-hak mereka. Prinsip inilah yang sangat menggugah hati sebagian orang, dan tidak berlebihan jika mereka menjulukinya sebagai “Bush Laha”, karena ada antar keduanya dalam menyikapai tantangan serta cemohan dengan ucapan ; ” Mereka dapat mengatakan apa saja yang mereka inginkan tentang saya, tapi setidaknya saya tahu siapa saya, siapa sahabat-sahabat saya dan apa yang telah menjadi tujuan dasar kita”. Sejarah pun telah membuktikan bahwa tidak ada orang besar dan sukses tanpa adanya tantangan dan cemohan, jika tidak ingin difitnah maka janganlah menjadi pemimpin.

80 (delapan puluh) kali rapat yang diadakannya selama setahun menjabat, bukanlah rapat yang sia-sia melainkan telah banyak membuahkan hasil sebagai bukti tercapainya Motto utama yaitu “Sedikit Berkata Banyak Berkarya” dengan berbagai pembangunan baik fisik maupun non-fisik, misalnya; Pengaspalan jalan, Pembangunan Talut sepanjang 810 m, Air bersih (6 mata sumur), Saluran air, Pertama kali dalam sejarah Laha dibangunnya Koperasi, Berani tampil mempertahankan tanah Negeri (bukan memiliki/menjualnya).

Bukti nyata inilah yang seharusnya menjadi tolak ukur bagi masyarakat negeri laha sebagai pengoreksian diri masing-masing dan perbandingan dengan raja-raja sebelumnya, agar tidak berpicik mata memandang sebelah sebagai reaksi dari kecemburuan sosial di dada melainkan benar-benar demi kepentingan masyarakat.

Sosok semacam inilah yang dibutuhkan untuk negeri Laha dalam memajukqan negeri mereka di dalam menggalang kebersamaan demi terwujudnya sebagian dari cita-cita masyarakat yang tertunda dan terdzalimi oleh ambisi individu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s