ABOUT NEGERI LAHA

SEJARAH NRGERI LAHA

Mesjid Sultan Khairun Jamil Laha

Laha adalah sebuah negeri yang terletak di pulau Ambon, tepatnya terletak di ujung teluk pulau Ambon yang dibatasi oleh tanjung Alang dan tanjung Nusaniwe. Negeri Laha pada mulanya bernama Toisapua Sopaini yang kemudian berganti menjadi Toisapua Sopaini Yamano Nusa Laha, bermarkas di atas puncak gunung Sakula yaitu Negeri Tua, dimana para Kapitan dan Tua-tua adat negeri ini bermukim yang ditandai dengan sebuah batu prasasti yang sakral “HATU MA’ATUNU KAMAR KULA UTE SAMPIRANG “, yaitu batu prasasti dimana mereka berkumpul untuk bermusyawarah dalam segala hal yang berkaitan dengan Negeri mereka.Cakalele adat hu’ur nitu sakula mengawal Raja tuan tanah adat beserta Kapitan-kapitan dan tua-tua adat dari soa Hehuat turun dari negeri Tua berbondong-bondong menuju pantai dan mulai bermukim di sana.

Negeri Laha terbentuk pada tahun 1314 dengan luas wilayah kurang lebih 500 Ha dengan batas-batas sebagai berikut :

Sebelah Utara dengan : Negeri Seith Kecamatan Leihitu

Sebelah selatan dengan : Teluk Ambon

Sebelah Timur dengan : Teluk Ambon

Sebelah Barat dengan : Negeri Hatu Kecamatan Leihitu

Negeri Laha pada awalnya dihuni oleh 5 (ima) Soa/Marga asli yang terdiri dari :

1. Soa Hehuat (Tuan tanah / Kepala Adat )

2. Soa Laturua ( Tabib/Tukang pengobatan)

3. Soa Mewar I (Raja)

4. Soa Mewal (Tukang)

5. Soa Mewar 2 (Penghulu/Imam

Keberadaan dan kondisi penduduk setempat masihlah primitif yang berfahamkan animisme, hingga muncullah seorang penyiar agama islam di Maluku, Sultan Chairun Djamil yang berasal dari Ternate untuk membebaskan mereka dari keterbelakangan, mencoba memadukan budaya islam dengan adat istiadat setempat. Bersama khaddamnya (pembantu) kemudian berlabuhlah perahu mereka yang disebut dengan Sope-Sope di tepi pantai negeri Toisapu Sopaini ini, letak negeri ini sangatlah strategis di mata Sultan Khairun Jamil, hingga ia melontarkan ucapan: “Taha-taha Belo Joua Laha suange”, yang artinya; Tanamlah tokang (gala), di sini pelabuhan yang bagus. Dari sinilah nama Negeri ini berasal dan sejak itu pun berubah menjadi LAHA yang berarti BAGUS, yang kemudian oleh pemerintah Hindia Belanda mengadakan pendataan ulang terhadap Dati-dati yang ada di pulau Ambon pada tahun 1814 M (Berdasarkan Register Dati Negeri Laha).

Dengan kedatangan Sultan Khairun Jamil, telah membahawa banyak perubahan di Negeri ini terutama adat istiadat yang banyak berbau dengan islam dan bahasa Tanah pun mulai bercampur dengan sedikit bahasa Ternate. Kehidupan masyarakat mengalami perubahan, dimana mulai berpikir untuk berusaha dan maju, sebagai nelayan yang mahir membuat perahu dan menangkap ikan juga cara pemasarannya melalui barter dengan negeri lain, dan sebahagian penduduknya masih bercocok tanam, hingga negeri ini menjadi ramai dan tempat berkumpul sebagaian penduduk dari negeri lain. Beliau juga telah menaruh batu pertama sebuah mesjid di Laha dengan ukuran kubah 4x4m dan mesjid tersebut dinamakan Mesjid Jame’ Sultan Chairun Djamil sebagai penghormatan dan untuk mengenang jasa-jasanya, hingga kini mesjid itu telah mengalami 3 (tiga) kali pemugaran. Pada zaman Belanda, ukuran mesjid ini diperbesar luasnya menjadi 8×8 m2. Pada saat masuknya Jepang, bangunan mesjid ini hancur berantakan, dan setelah Jepang meninggalkan Indonesia, kembali bangunan mesjid ini dipugar dan diperbesar menjadi 12×12 m2. Konon kabarnya kuburan Sultan Khairun Djamil berada di antara Ternate dan Tidore, padahal sebenarnya adalah keburan beliau berada di belakang mesjid Laha yang dikenal dengan keramat.

Negeri ini adalah negeri yang sangat berpegang pada adat leleuhur mereka, mempunyai bahasa tersendiri dan terdiri dari beberapa soa serta tanah Ulayat Negeri Laha. Telah mengalami perubahan dari nama negeri Laha menjadi desa Laha dan kini kembali menjadi negeri Laha. Luas wilayahnya pun telah berkurang setelah pemekaran kotamadya Ambon, dimana desa Tawiri yang dulunya merupakan salah satu dusun dari Negeri Laha kini telah menjadi desa yang otonom.

LAHA COUNTRY’S HISTORY

Laha is a country located on the island of Ambon, precisely located at the end of the bay of Ambon island bounded by the promontory and the headland Nusaniwe Alang. Laha Affairs initially named Toisapua Sopaini who later changed into Toisapua Sopaini Yamano Nusa Laha, based on the peak of the mountain Sakula Old State, where the Kapitan and indigenous Elders of this country living that is marked by a stone inscription of the sacred “Hatu MA ‘ ATUNU ROOM UTE SAMPIRANG Kula “, the stone inscriptions in which they gathered for deliberation in all matters relating to their indigenous.Cakalele Affairs hu’ur Nitu sakula guard the king customary landowners and the Kapitan-lieutenant and indigenous elders from soa Hehuat down from Old country flocked to the beach and began to settle there.

Laha Affairs was formed in 1314 with an area of approximately 500 ha with the boundaries as follows:

North side: District Leihitu Affairs Seith

The south by: Ambon Bay

East side: Ambon Bay

West side: District Hatu Affairs Leihitu

State Laha was originally inhabited by 5 (ima) Question native clan consisting of:

1. Soa Hehuat (landlord / Head of Laha costum)

2. Soa Laturua (Physician / Tailor treatment)

3. Soa Mewar I (King)

4. Soa Mewal (Tailor)

5. Soa Mewar 2 (prince / priest)

The existence and condition of the local population is still primitive animism, up comes an Islamic religious broadcaster in the Moluccas, Sultan Chairun Djamil originating from Ternate to liberate them from ignorance, try to combine the culture of Islam with local traditions. Together with his helper (Khaddm) and then sail their boat called-Sope Sope seaside Sopaini Toisapu this country, the location is very strategic country in the eyes of Sultan Jamil Khairun, until he threw a greeting: “Taha, Taha Belo Joua suange Laha,” which means; Plant Tokang (gala), here a good port. Hence the name of the country is coming from and since it was turned into LAHA which means GOOD, later by the Dutch East Indies government re-entered into the data collection to Dati-dati on the island of Ambon in 1814 M (Based on the State Register Dati of Laha).

With the arrival of Sultan Khairun Jamil, has brought many changes in this country a lot, especially the customs and language of smell with the Land of Islam began to mix with a little language of Ternate. People’s lives change, which started thinking to try and advance, as an adept fisherman make boats and fishing are also a way of marketing through barter with other countries, and many population still farming, until the land became crowded and a gathering place for residents in part of the other country. He also has put the first stone of a mosque in Laha with the size of 4x4m dome and the mosque is called the Masjid Jame ‘Sultan Chairun Djamil in honor and remembrance of his services, until now the mosque has undergone 3 (three) times of restoration. In the Dutch period, the size of the mosque was enlarged area into an 8 × 8 m2. At the time of the entry of Japan, the building of this mosque shattered, and after the Japanese left Indonesia, re-building the mosque was renovated and enlarged to 12 × 12 m2. The legend says that the tomb of Sultan Khairun Djamil be between Ternate and Tidore, when in fact he was burried in Laha, his grave is behind the mosque, known as sacred.

This country is a country that is holding on to their customs of ancestors, has its own language and is composed of several soil Communal Affairs soa and Laha. Has undergone a change of name to the village of Laha Laha country and is now back into the country Laha. Its area has also been reduced after the municipal division of Ambon, where Tawiri village that used to be one of the hamlet of State Laha village has now become autonomous.

58 thoughts on “ABOUT NEGERI LAHA

  1. Salam sejahtera,

    Beta ada pertanyaan…
    Kata “Sope-sope” arti apa??

    Hormat
    Orang belakang batu di Belanda

  2. Heeee epok bodo’…. makanya tau2 sejarah laii…
    Laha badiri diatas HATU punk tanah dar mana kamana???,
    ose pake data dari london ???
    Buta Hurup !!! Kalo diatas HATU punk tanah, kanapa donk ada bahasa tanah sandiri??? Se pi tanya di TAWIRI sana, donk punk bahasa Tanah ada zenk

  3. orang yang ngomong soal tanah laha, kalau tidak tahu apa-apa jangan ngomong, karena semua bukti sejarah dan bukti hak kepemilikan ada di hatu dan negeri belanda. untuk itu agar diketahui hatu tidak ada batas dengan laha tapi dengan tawiri jadi jangan sok tau

  4. dong jang baku malawang tarus tagal tana leluhur leko e ! laipea yaimena toti hilu uno pamata ane materu ma’ke, se tuene pi tausala.. e hai, au kisa na patalia pa’a panese kei-kei

  5. sapa lai tu yg su kase saran par org-2 hatu deng laha yg ada baku malamang……kalo mau tau tentang tana, ale dong musti blajar bahasa tana dolo basudara samua, supaya bisa mangarti akang !……….Po Au kisa na patalia waa ane matiru ma’ke li amane, naka laire ane matiru tamanisa paluke.. e hai, naka paluke tausa panau ma sou amane…ole leko.

    • Bagimana orang hatu bisa balajar bahasa tanah, karna dong itu pendatang, seng punya bahasa tetap seng punya bahasa bagiman mau bilang hatu negri adat??

  6. jang dong baku malawang tagal tana-2 leluhur sudara e…labe bae dong blajar bahasa tana dolo biar dong mangarti akang samua….kalo seng tau bhs tana ale dong seng bisa mangarti kata-2 yang ada di kapata-2 tua….Au kisa na patalia lau panese waa ane matiru ma’ke haina wario mise ite kabela, e hai ite malia laisa tulau laisa noma mae. Ole Leko e…..Tabea

  7. Kalo ale dong su bisa bhs tana, baru ale dong tahu proses tercetusnya “Hatu Ma’atunu Kamar kula Ute Sampirang” spya jang manue Hehuat & Laturua marah par dong basudara samua…….Sebagai perkenalan ale dong musti cari tau : “Gunung latua berada pada wilayah petuanan siapa” ? bhs tana bilang “Mai Ite palaloi tita ne Latu Uno-aman Tawali walanu ite na Yaimena hilu mena-murimasa”

  8. Hatu pung tanah dar mana sampe bisa kamong klaim sampe di laha k ?
    nama nya negeri adat itu punya bahasa adat/bahasa tanah,..Hatu sendiri dalam bahasa tanah itu artinya “Batu”,klo mau tau status tanah ambon ke Soya liat dong pung buku tanah (buku tembega) yang masih tersimpan trus liat ada tercantum k seng nama negeri hatu….klo bicara jgn cuma tong kosong harus ada bukti…
    tenteng Tawiri dulunya petuanan dari Laha,.mau bukti ada fam Helaha yang merupakan sauadara perempuan dari fam Hehuat,Tanah tawiri itu sudah dikasih ke fam Helaha jadi tidak ada permasalahan,…

  9. Manue Franky & Kohara e ! Dong 2 msh baku malawang lai tu sudara e ! Stop akang jua…Labe bae dong 2 pi tanya tua-2 adat, spya dong 2 bisa tau…Dong 2 musti tau Upua/Upu Kahuressi Leha Hanua, Nurkele, Binaya..jugamusti tau mangapa kong tuan tana Laha fam Hehuat & Laturua,,,Musti tau jg 4 penjuru mata angin yg sudah ditentukan oleh leluhur Alifuru..Musti tau tentang Nunusaku, obi, wasandale & Latu uno…Musti tau tentang Huaya, morea, Naga….jadi dong 2 musti cari tau banya lai…..kalo su tau beta yakin dong-2 pasti seng baku malawang lai tapi baku sayang…….Tentang sultan jame/jamil, tanya tua-2 adat Laha spya dong 2 tau Sultan jamil baku dapa deng Kapitan SAMALA di negri mana ?, tanya jg samua TEON/asal mata rumah yg ada di negri-2 di jazirah leihitu…Tanya jg siapa itu KAPITAN SAMALA, balong lai dong 2 musti tau teluk Ambon pung nama asli, jadi dong 2 dapa tau itu sapa pung nama yg di pake par kase nama teluk Ambon (Tanjong Nusaniwe & Allang)…..kalo perlu dong 2 pi nae la cari sampe dapa prasasti “HATU MA’ATUNU KAMAR KULA UTE SAMPIRANG” kelo tau bahasa tana pasti dong 2 dapa tau akang labe jelas….OK SUDARA’E beta su kase nasehat banya paskali…supaya dong 2 seng baku malawang tarus…

  10. Om MANUE UKANE,..tolong kasih tau yang belum tau ni, supaya jelas, jgn biking teka teki k ? katong samua juga ingin belajar,..klo bisa dimana dan caranya bgmena ? om punya artikel sangat sangat menarik for beta e…biar katong tau sejarah katong pung tanah adat sendiri

  11. Ade Nyong ! Ade pung niat, om Manue Ukane dukung……Nyong seng usah kuatir, nanti kalo ada waktu banya kong om kase tau ade gagah……tapi kali ini sadiki dolo e…soalnya om pung tugas ktr ada tambong paskali ade nyong………….orang Alifuru pung Moyang laki-2 pertama/adamnya Alifuru Antua pung nama UPU LATU KAHURESSI LEHA HANUA & Hawanya..PINAIA (secara kebesaran dalam ritual adat disebut UPU LATU MARA LATU)…..Om balong tau pascis yg nyong mau tau itu, sejarah asal usul orang Alifuru atau bahasa tanah ???..biar nyong blajar step by step dolo biar fokus……..kalo om boleh usul nyong blajat bahasa tanah dolo ! biar nyong seng susah dalam memahami sejarah Alifuru…….INA=sebutan biasa untuk ibu/mama….sedangkan MARA diartikan sebagai seorang perempuan yang memiliki kekuasaan atau perempuan yg menjadi pemimpin/raja (bahasa indonesia bilang RATU)..sedangkan UPU untu pemimpin Laki-2…….untuk blajar bahasa tanah om musti tau, nyong berasal dari negeri mana….biar om bisa sesuaikan kata-2 tanah sesuai dengan nyong pung negri…karena ada beberapa negeri di ambon lease yg punya bahasa sedikit berbeda karena pengaruh ucapan dan pengaruh rumpun/PATASIWA atau PATALIMA……bagitu akang pung dasar nyong gagah………sebagai contoh Orang Patalima bilang Kuat=MESE, sedangkan orang Patasiwa bilang kuat=RUA……sedangkan soal ucapan, org patalima bilang Makan & Minum=ANU & INU..sedangkan orang Patasiwa bilang=KANU & NINU…sedangkan ada yang ucapannya & arti sama juga, baik patasiwa maupun patalima…Contoh : Baru (Dalam arti benda)=Hilo (contoh: Lumahilo=Rumah baru) & Baru (Dalam arti waktu)=Pota (Contoh : Potalae=Baru datang/baru sampai)…….ok ade/ Ole wali…Tabea/Trima kasih……….ini om kase contoh beberapa kata patasiwa par ade : Au=beta/Saya…Ane=Ale/ose/kamu… Ite=Katong/Kita…Mane=Dia …Matiru/Matir/Mati/Materu/Mater/Mate=Dorang/mereka…Memo=Om…Yaya/Yeya=Tante…Tama=Orang… Tamata=Masyarakat/orang-2/Rayat… Tamaela=Orang penting/orang besar….Rupain/Rupainu=Perempuan/Wanita…Undana/Undanau=laki-2..Boki=Putri….Kemalaha/Kemala=Pangeran…..Kawen=Suami…Lewa=Istri…Ataine=Antua perempuan/Dia perempuan…Manue=Antua laki-2/Dia laki-2….Kapuna/Osi=Tete/Kakek…Bako/bakoang=Bapaknya kakek/orang yang sdh tua rentah…..Snapau=Berjalan…Lawa=Lari….Kene=Pergi….Li/Ha=Di…La=Ke..ria=Untuk….Wa’a=kepada, guna..pa’a=supaya….Lau/tulau=Dengan…Ke=dan…..Haha=Puncak…Lete=Atas….Hatalai/Hatalae=Tengah…Hile=Bawah…..sampe dolo e ade laeng kali kong om tambah lai, kalo ade msh mau skalian deng akang pung tata bahasa/Grammer….PANAU BAE/slamat belajar…. PETU BAE/Slamat malam..

  12. salam sejahtera

    Beta ada pertanyaan
    AIR MANIAS DI NEGERIE LAHA siapa tahu mojang siapa jang tumbu air ini keluar

    horomate orang hatalai

  13. Om MANUE UKANE,.. klo mau belajar bahasa tanah tiap kampung (negeri di ambon) ada perbedaan baik dialek dan lain2nya,…
    beta cuma ingin tau sejarah Laha yang Om tau,..supaya mau cocokan dengan sejarah yang katong pung orang tatua cerita, biar ada titi temunya ?????

  14. laha tu cuma numpang d tanah orng….d pengadilan saja dong z bisa ksh tujuh dong punya batas tanh ..cuma bilng berbatsan dng desa ini dng desa itu padhl nio basar…akibat dong pux gugatan N O…karna sok bilng pux tanh tapi z bisa ksh bukti..

  15. dasar laha bego….klu memang puya tanah knp tdk gugat AU,soal tanah bandara…baru2kan waktu turun dng agraria kan tdk bisa tunjuk bats tanah,,,

  16. Bahasa Tanah bisa dibuat- buat aja skarang, saya juga tau bahasa tanah kok !!
    memang orang laha dan rajanya itu goblok, coba dorang gugat AU soal tanah. Jangan sampai dorang skolah di balakang skolah kaapa ?
    register tanah aja baru disahkan oleh Camat Ny. Maill kamareng dolo aja…
    coba dorang baca register Dati Negeri Hatu dan tawiri bahwa register tanah hatu dan tawiri berbatasan bukan dengan negeri laha…
    dasar pencuri, ada haros air kaluar dari lapangan seng bisa kasih stop akang dolo waktu pesawat simpati jatuh…..coba bilang dong pung bahasa tanah tu.. kata air mau stop. dasar Goblock

  17. Oom Manue Akanu, salut dengan pengetahuan bahasa tanah,saya usulkan agar kalo bisa dibuatkan kamus bahasa tanah,kalo bisa dua duanya Pata Siwa atau Pata Lima dan diusulkan ke departemen Pendidikan supaya mulai diajarkan bahasa daerah disekolah sekolah, dari komentar komentar saya lihat ada pro dan kontra, tapi ada baiknya kita lihat sisi baiknya supaya kebudayaan dan bahasa tanah dapat dimuculkan kembali.sekarang ini orang Ambon tidak punya bahasa yang dapat dibanggakan,ada juga bahasa bahasa dari negeri2 yang sdh campur aduk dengan pengaruh dari kebudayaan lain untuk itu kita bangkitkan dari akarnya saja yaitu dari Pata Siwa atau Pata Lima

  18. PALATITA ::: BARNALANG ORI AMANG TOISAPUA SOPAINI YAMANO NUSA LAHA, KALO YA HATA AKEI, NITA HATA KULA AHATA MALAYU, ORI ELETA TIWANG, ….. ACE HAL”A KA TAHAI EEE

  19. ♌⌣__ ⌣♌◦°◦ººHнммMм npa jadi pd ribut mslah tanah laha ..terlihat jelas , siapa Ɣªñƍ kemaruk sypa Ɣªñƍ gak :D
    Santaiiiii jack ,,, kl kata anak gaul “LO..GUE..AND ..so..whaaaat .. Masing2 ƥцπƴα desa,ƥцπƴα tanah , gak usah sok ngusik tanah őяαηg lain ..mau lebih jelas tuh Ɣªñƍ pke ilmu apa ğî†ΰ , bangunin őяαηg tua Ɣªñƍ dah lama meninggal trus ϑ¡ tanya ,,
    Pesen gw .. GAK USAH NGUSIK HAK ORANG LAIN :)
    GAK USAH RAKUS :D ̡ ̴̡ωϱϱк̲̣̣̥:p ̡ ̴̡:pωϱϱк̲̣̣̥ ̡͌:D

  20. Org tua sblm kita ªϑª aja gak ribut msalah tanah , napa kalian cecunguk Ɣªñƍ baru melek dah pd banyak bacot sok tau ma hak tanah orang , logikanya dulu zaman moyang kalian laha ma tawiri , hatu aman2 aja gak ªϑª ribut2 mslah tanah ΐNΐ ƥцπƴα sypa ato itu ƥцπƴα sypa :D npa skr anak cucu. ϞƳª Ɣªñƍ pd kebakaran jenggot mau rebut tanah laha ..heraaaaaan !!!
    Udah gak dpt warisan ƴªª , tanah warisan dah habis ƴªª mknya skr pd ribut dgn tanah laha
    Kasian bgt c kalian :D
    Kl mau aman gak ush ribut2 masalah tanah , hatu ƥцπƴα wilayah sndiri , tawiri ƥцπƴα wilayah sndiri , laha pun bgtu
    Jadiiiii intinya ĴªΠĢªΠ RIBUT MASALAH TANAH

    • woe puki bodoh e,,laha z pung tanah dstu,,dong raja pertama aja su mangaku tu bukan dong pung tanah tu numpang d hatu punya,,,dong punya raja pertma nama husein mewar,,dong punya surat pengakuan da d hatu

  21. Untuk saat ini, seng usah baribut masalah tanah atau batas tanah/dati dll, bukan karena seng tao mana batas2nya…tanah yang baru diukur dikasi patok cakar ayam sa orang bisa gale akang pi jual di besi tua….yang seng jelas itu ada di PEMERINTAHAN KOTA AMBON MAUPUN PROVINSI….harusnya pemkot dan pemprov bisa tegas memutuskan batas wilayah,,,mana kota ambon dan mana maluku tengah,,,masalah selesai….COBA TANYA WALIKOTA…MANA BATAS KOTAMADYA AMBON?…jadi basudara samua seng usah baribut atau buang2 tenaga untuk berdebat,,,labe bae mari katong sama2 bangun kota ambon

  22. memang yg masih & sLaLu jadi masaLh tu TANAH ee…
    ori rihaha ma Late tantiwang ua”sa mar Late hata sabrg kaLe’e. A’a yuma tntiwg ya atry hyka, mar yg jLas maoi ma her ite Qng ori seu. kL ite kua,ite makana, kyaknya iT bs thng iteng Ume. Mar kLo tiap majo, ori AURI hat ausa, una iya” ausa mana, ite musti Leri, ite musti Lari,,, tang pake oo!! cuma wa paLesi” una nuku,ei kari mana, Lou parsetang.
    AYO, BAPA LATU DKK… COBA!!! Nita tLLu ari aros seu.. her prtama kyaknya iT ari Late Lostiha, naLa iT ko manu Lou, ite ko Lesi etey mana, baru ya nanu Leri, kamaa istaney nao” seu… hehehehe. :)
    Maap, a’a cm ana”, mar nung heri ma amang, nung Amang. Nung tng mao ori eLeta a’i iT Qng hak.ALLAHU AKBAR!!!

  23. Negri lama LAHA masih ada di seram sampai hari ini,bagi kalian anak cucu asli dari negri LAHA JNG lupa negri lama kalian….

  24. Saya mau tau om.Apa dulu pada abad 12 ada ulama yang bernama Zainal abidin al.idrus yang menetap di maluku.Dan saya mau tanya sama om. Marga SEKHNUN dari mana konon beliau CICIT CICIY NYA MAULANA Zainal abidin AL.Idrus tolong beta mau tau sejaraj

  25. Pemerintah Negeri Laha jangan terlalu memutarbalikan fakta yang ada, yang jelas laha itu adalah nama suatu dusun, bukan negeri, dan negeri laha tidak pernah berbatasan dengan negeri hatu, yang berbatasan dengan negeri hatu adalah Negeri Tawiri di kaki gunung kadera, dan semua ini dapat dibuktikan dengan Surat pernyataan Pemerintah Negeri laha yang Pertama berserta saniri negeri bahwa tanah yang orang laha tinggal hanya berukuran 75 m per segi. surat aslinya ada di hatu, jadi jgn babanting di laha, suatu saat anda akan dieksekusi. keluar dari tanah negeri Hatu.

  26. “”laha itu adalah nama suatu dusun, bukan negeri””

    “”dan negeri laha” tidak pernah berbatasan dengan negeri hatu, yang berbatasan dengan negeri hatu adalah Negeri Tawiri di kaki gunung kadera, dan semua ini dapat dibuktikan dengan

    “Surat pernyataan Pemerintah Negeri laha yang Pertama berserta saniri negeri”

    Maksudnya?
    Aneh! Su bilang Dusun, bale bilang Negeri lai?
    Maksudnya?

    • Pecinta adat maluku@ nama kamu pecinta adat, tp yang belajar hanya berdasarkan omongan tp bukan.karna fakta,, yg jelas hatu dan tawiri tidak punya bahasa tidak punya adat, bagaimana bisa dibilang negeri adat,, skarang terbukti kan, tunggu tanggal main hatu,,

  27. akhirnya yang berhak pun menang………coba yang bilang negri Laha berada di tanah negri Hatu itu mana….sekarang terbukti kan siapa yang benar dan berhak atas tanah Laha……. :)

  28. Mana orang hatu pung suara tu?? Dong dapa tipu dari dong pung orang tua panipu dong bikin diri kaya tau,, dasar penipu, perampas hak orang,, dong mau blajar sampe d manapun dong seng akan punya bahasa tanah saja,,

  29. Terimakasih Negeri Laha – Dusun kampung baru khususnya , bnyak pelajaran yg saya dapat selama saya tugas di sana , masyarakat yang ramah , baik hati , murah senyum dan peduli sesama , walaupun saya asli jakarta , tapi saya sangat cinta maluku , Laha dan kampung baru khususnya. Terimakasih.

  30. Om Manue ukane beta Mau tanya sadiki, Gunung Latua Akang maso di petuanan sapa kh ?
    deng beta mau tanya sapa pung nama yang pake voor kasi nama teluk ambon ?!
    barang om singgung Tg. Nusaniwe dgn Tg. Allang, Mangkali om bisa kasi tau beta
    Putri Penguasa Tg. Nusaniwe nama sapa dgn Raja penguasa Tg. Allang nama sapa ? klu om tau….

  31. Om Manue ukane beta Mau tanya sadiki, Gunung Latua Akang maso di petuanan sapa kh ?
    deng beta mau tanya sapa pung nama yang pake voor kasi nama teluk ambon ?!
    barang om singgung Tg. Nusaniwe dgn Tg. Allang, Mangkali om bisa kasi tau beta
    Putri Penguasa Tg. Nusaniwe nama sapa dgn Raja penguasa Tg. Allang nama sapa ? klu om tau….

  32. saya orang palembang yg pernah menetap di laha akhir tahun 1998, beta pung bapa piara mat mewal pas disamping masjid laha.
    mau tanya pada penduduk laha yg masih menetap dilaha apakah prasasti kami PPAP 98 di pelabuhan masih ada seng ?
    satu orang teman kami yg nernama lilin akhirnya dapet jodoh nyong laha.

    titip salam sama pak bahtur laturua,firja,yeyen bin tahir,firman bin tahir,ita caniago,said bintahir,bapak taip ulath,

  33. ori amang toIsapu mei ite kaloi
    ake ori heri ma palembang
    wa u ake halei tiwang adat yg ace king mai
    ake pakeng suka basudara toisapu
    ace mahei paling la iya
    wa u ake tang ahei ace king mai kula ake

    tapi ake ya enu wela her ace
    wela akama ake king amang
    kula ake tang ace king laiya
    wau ake ori palembang

    maaf kalo ada salah penulisan,ini lagu gubahan bapak said bin taher kusus buat PPAP palembamg 98

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s